4 Versi yang Menceritakan Asal Usul Dawet Ayu Minuman Khas Banjarnegara

4 Versi yang Menceritakan Asal Usul Dawet Ayu Minuman Khas Banjarnegara

Asal usul dawet ayu banjarnegara
IG/banjarnegarazone


Asal Usul Dawet Ayu Banjarnegara - Bila kamu berkunjung ke Banjarnegara maka menjadi wajib untuk mencicipi minuman yang khas di sana yaitu Dawet Ayu Banjarnegara. Ini adalah minuman melegenda dan cukup digemari para turis, terbuat dari aneka santan yang berpadu dengan air gula Jawa juga cendol.

Di daerah asalnya, minuman es Dawet Ayu Banjarnegara ditambahkan irisan nangka dan sari daun pandan yang memiliki aroma khas dan menjadikannya semakin nikmat.

Meski sudah terkenal di berbagai wilayah di Indonesia, sampai saat ini masih ada yang bertanya kenapa disebut Dawet Ayu?. Mengenai itu, Terdapat setidaknya empat versi yang menceritakan asal usul dawet ayu banjarnegara.

Berikut ini 4 versi yang membuat minuman tersebut menjadi terkenal

1 Terkenal Berkat Lagu yang Berjudul Dawet Ayu Banjarnegara

Pada tahun 1980-an, terdapat salah satu lagu yang dilantunkan oleh grup lawak Banyumas Peang Penjol. Lagu tersebut menceritakan kisah adik yang menanyakan pada saudaranya “mau piknik ke mana?” – “jangan lupa beli dawet Banjarnegara, yang rasanya segar, manis dan dingin”. Liriknya sederhana namun mengena, yang diciptakan oleh Bono seniman dari Banjarnegara. seperti yang di katakan oleh Tjundaroso sebagai ketua Dewan Kesenian Banjarnegara.

2 Cerita Turun-temurun

Bapak Ahmad Tohari menceritakan bahwa kemunculan nama dawet ayu merupakan cerita turun-temurun, kisahnya bermula ketika ada pedagang dawet generasi ke 3 dari abad ke 20 yang memiliki paras cantik, cantik dalam basa Jawa adalah Ayu. Itulah kenapa disebut dawet ayu.

3 Istri Pedagang Dawet Berparas Ayu

Kepopuleran dawet ayu berawal dari istri seorang penjual dawet yang berparas ayu, mereka berasal dari kelurahan Rejasa Banjarnegara. Seperti yang disampaikan oleh KH Khatibul Umam Winaru sebagai tokoh masyarakat Banyumas.

4 Cendol Berwarna Pink

Jika kamu berwisata ke Banjarnegara, maka akan menemukan dawet warna cendol yang berbeda dari biasanya, beberapa di sana cendolnya berwarna pink. Karena warna pink identik dengan wanita dan kecantikan, maka sebagian warga menjulukinya dawet ayu.

Selain namanya, terdapat keunikan lain jika kita melihat setiap penjual dawet, kita akan menemukan tokoh terkenal dalam pewayangan di setiap ujung pikulannya. Tokoh tersebut adalah Semar dan Gareng.

Apabila nama tersebut digabung, maka akan membentuk kata “Mareng”. Mareng dalam bahasa Jawa Tengah bermakna pergantian musim dari musim hujan menuju kemarau. Filosofinya, setiap pedagang dawet ayu menaruh harap datangnya musim kemarau, agar banyak orang yang merasa haus dan dagangan mereka dibeli.

Sampai saat ini, masih belum pasti versi mana yang mewakili kisah dan asal muasal dari nama dawet ayu. Pun begitu, kita ketahui bersama nama dawet ayu khas Banjarnegara telah dikenal seluruh pelosok negeri.

Belum ada Komentar untuk " 4 Versi yang Menceritakan Asal Usul Dawet Ayu Minuman Khas Banjarnegara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel