Melihat Sisi Deduktif dari Bruce Wayne sebagai Batman dalam The Batman | Review The Batman (2022)

 

Melihat Sisi Deduktif dari Bruce Wayne sebagai Batman dalam The Batman | Sebuah Review The Batman (2022)
The Batman sudah resmi tayang dan banyak mendapat respon positif dari para kritikus


The Batman sudah resmi tayang di Indonesia mulai hari ini, 2 Maret 2022. Sementara untuk negara lain seperti Amerika baru akan tayang pada 4 Maret 2022 mendatang, atau 2 hari lebih lama.


The Batman garapan Matt Reeves terbilang sukses keluar dari stigma film - film superhero kebanyakan yang memakai formula cerita yang monoton. The Batman adalah film superhero yang tidak menonjolkan sisi superheronya. Pendekatan yang dilakukan oleh Matt Reeves mewarnai sentuhan yang lebih manusiawi terhadap karakter Batman. 


Sisi deduktif dari karakter ikonis DC ini, dimaksimalkan Matt Reeves untuk memberikan pemahaman pada audience beginilah seharusnya Batman tanpa embel - embel kekuatan super. Terasa fresh memainkan sisi humanis dari Bruce Wayne itu sendiri. Durasi panjang berhasil menampilkan keresahan Bruce Wayne a. k. a Batman. Matt Reeves dan Peter Craig selaku penulis menggembor secara tuntas dilematis pikiran Bruce Wayne secara detail. Seakan kedua penulis mau menegaskan bahwa Batman bukanlah superhero. 


Menonton The Batman sudah sangat jelas memiliki output berbeda dari superhero sejenisnya. Batman versi Matt Reeves dibutuhkan untuk memberikan feel berbeda terlepas dari film - film superhero yang mengandalkan dar der dor sana sini. Matt Reeves menyajikan thriller psikologis sempurna dalam diri Bruce Wayne, ditambah kehadiran sosok The Riddler yang menunjang psikologis dari sisi karakter. 

Melihat Sisi Deduktif dari Bruce Wayne sebagai Batman dalam The Batman | Sebuah Review The Batman (2022)
Karakter Riddler dalam The Batman


Pengembangan konflik The Batman berpusat pada Bruce Wayne dan The Riddler, kepingan - kepingan puzzle dari The Riddler melengkapi betapa kompleksnya film arahan Matt Reeves kali ini. Pemicu mental audience terletak pada karakter The Riddler, bagaimana racikan Matt Reeves menyerang psikis tiap pasang mata yang menonton. Momen ini sekilas menghidupkan suasana Joker versi Heath Ledger. 


Sosok Catwoman juga menciptakan percikan hubungan complicated bagi Batman itu sendiri. Masuknya Catwoman sebagai teman atau musuh menghasilkan proses abu - abu antar keduanya. Walau begitu Batman dan Catwoman tetap saling membutuhkan satu sama lain, hubungan yang memiliki puzzle kerumitan tersendiri. The Batman dari segi cerita berliku, durasi hampir 3 jam sudah sangat cukup membuat bokong panas, dan untuk sebagian audience pasti akan merasa bosan kok Batman begini. 

Melihat Sisi Deduktif dari Bruce Wayne sebagai Batman dalam The Batman | Sebuah Review The Batman (2022)
Catwoman & Batman


Terlepas dari berbedanya Batman versi Matt Reeves, The Batman sangat dianjurkan untuk ditonton. Banyak pengungkapan - pengungkapan yang mengundang rasa penasaran untuk melihat sepak terjang Sang The Dark Knight. Tidak lupa credit penuh pantas diberikan pada Paul Dano yang berhasil memerankan karakter The Riddler secara meyakinkan dan penuh totalitas. 



The Batman bukanlah sebuah tontonan bagi mereka yang mencari aksi sana sini.


Source : FB Group

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel